Featured News


sponsor

Miryam Kini DItetapkan DPO KPK



Radarsindo.com -
 Miryam SH Miryani Politisi Partai Hanura sebagai saksi dugaan kasus korupsi E-KTP Kini ditetapkan sebagai DPO KPK., Miryam Miryani yang di hadirkan sebagai saksi dugaan kasus korupsi e-ktp yg dihadirkan beserta 3 penyidik KPK menyusul pengakuannya yang merasa tertekan saat penyidikan, 

"Kami akan hadirkan 3 saksi yang disebut oleh saksi Miryam tersebut (di sidang sebelumnya)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, pada Minggu 26 Maret 2017 malam. Sidang akan digelar hari ini (27/3/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengacara Miryam miryani akan melaporkan penyidik KPK ke komnas HAM, terkait penetapan Klainnya sebagai buronan, 

"Kami laporkan terkait klien kami sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang), padahal kami sudah komunikasi dan bawa bukti surat. Tapi kok tetap diluncurkan (penetapan) DPO," kata Aga Khan di Restoran Ling-Ling Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017)

Selain melaporkan ke komnas Ham, Aga Khan juga akan melaporkan kasus ini ke kepolisian yang telap menetapkan Kliennya sebagai DPO

"Ke Mabes Polri minta perlindungan hukum juga buat Ibu (Miryam). Kami juga akan kirim surat ke Polri, saya jelaskan kami ada komunikasi, ada gugatan praperadilan, DPO mau cari ke mana sama Interpol, orang (Miryam) ada di Indonesia," tegas dia.

Aga khan juga mengatakan penetapan bahwa status tersangkan jelas merugikan Klien kami


"Kasihan klien saya. Dia itu anggota DPR loh, tapi jadi DPO. Dia kan tidak membawa dan merugikan uang negara, cuma kesaksian palsu saja," pungkas Aga Khan.

Setelah KPK menetapkan Miryani sebagai DPO Alias buron setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-ktp. 
Saved under : ,

Bapak Dede : Wilayah Perempatan Pulo Gadung - Cempaka Putih Diduga Rawan Perampasan dan Perampokan

Bapak Dede Sona Warga Kemayoran


Jakarta, radarsindo.com  –
 Di Duga daerah perempatan pulo gadung sampai dengan cempaka putih sering terjadinya perampasan dan perampokan oleh sekelompok orang. Hal ini dialami oleh Bapak Dede Sona yang pernah mengalami perampasan telepon genggam miliknya. 

peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 malam. Dede sona menyebutkan bahwa pelaku sepertinya sering melakukan aksinya disekitar wilayah tersebut. Aksinya pun sepertinya sudah terkoodinir dengan baik. 

“ ketika terjadi macet, saya sedang periksa handphone dengan kondisi kaca terbuka setengah, lalu tiba tiba ada satu orang bertugas merampas dan satu orang standbye di motor, namun ketika saya membuka pintu terhalang separator busway, sepertinya mereka sudah terkoordinasi dengan baik” ujarnya.  

Aksi tersebut tidak diketahui oleh pihak kepolisian yang berjaga. Jarak aksi 200 meter dari pos penjagaan polisi.  Para pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor maupun mobil diminta selalu berhati hati  diwilayah tersebut. (AK)
Saved under :

DIDUGA TERORIS SUAMI DAN ISTRI DI TANGKAP DENSUS 88


Densus 88 antiteror Polda Metro Jaya mengamankan terduga teroris Penyergapan terjadi sekitar pukul 13.30 wib pada jumat (15/1). di bekasi di dua titik target, rumah kontrakan yang dihuni terduga teroris beralamat di jalan Topas Raya nomor 17 RT 01 / RW 39 , Kelurahan Bojong Rawa Lumbu dan Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi, Jawa Barat Jumat (15/1) siang, dan  berdasarkan informasi yang dikumpulkan, dua orang terduga teroris yang dibawa Densus 88 Antiteror. Mereka tak lain adalah pasangan suami istri berinisial E (28) dan N (20).
Pantauan di lokasi tampak empat pintu rumah dan dua kios kontrakan yang dijadikan warung milik Paidjo. Lokasi yang digerebek densus 88 berjumlah ada dua kios enam pintu yang dijadikan  warung yang belum dibuka beroperasi. Sementara itu, Jail (35) yang bertugas sebagai keamanan setempat mengatakan kedua terduga teroris yang diamankan tidak pernah untuk bersosialisasi dengan warga sekitar.
Menurut Ketua RW 39 Mafruhim (47) Dua terduga teroris pasangan suami istri tersebut yang diamankan  sekitar November 2015 mengontrak di rumah kontrakan milik Paidjo. Dan Mereka belum pernah bersosialisasi dengan warga, saya saja tidak mengenal mereka “ujar Mafruhim”. “pekerjaannya juga tidak diketahui warga sekitar” lanjutnya. Kedua terduga teroris dibawa Densus 88 mengendarai mobil elf sebanyak satu unit.dan sampai saat ini kios kontrakan yang dihuni terduga teroris di garispolisi untuk di adakan penyelidikan lebih lanjut ( bksp)
Saved under : ,
Scroll to top